Eco Enzyme | Pengertian, Manfaat, Kegunaan, dan Cara Pembuatan
Hai Hai! Kali ini Arraya akan berbagi pengetahuan perihal Eco Enzyme nih!
Sebelum itu, pada tau nggak tentang Eco Enzyme?
Nah Eco Enzyme itu adalah proyek untuk mengolah enzim dari sampah organik sebagai pembersih organik atau pembersih alami. Gagasan ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Sampah organik yang akan diolah adalah fermentasi limbah dapur organik seperti kulit buah, gula merah, sayuran, yang nantinya akan berwarna coklat gelap dan memiliki aroma asam manis yang kuat. Dalam prosesnya, eco enzyme dapat melepaskan gas ozon, mengurangi karbondioksida, dan mengurangi efek rumah kaca. Selain itu, enzimnya sendiri dapat menjadi nutrisi untuk tanaman, bermanfaat bagi perairan dan laut, serta mengurangi global warming.
Manfaat utama dari Eco Enzyme adalah mengurangi sampah dapur, membersihkan udara dari polusi dan bau, pembersih alami untuk peralatan rumah tangga, pupuk pertumbuhan untuk pertanian yang akan merangsang hormon tanaman serta meningkatkan kualitas tanaman, serta insektisida (penolak serangga alami). Pembersih enzim ini terbuat dari bahan alami dan bebas dari bahan kimia, mudah terurai dan lembut di tangan dan lingkungan.
Kegunaan Eco Enzym dalam kehidupan sehari hari adalah dapat membersihkan lantai kamar mandi, lantai rumah, digunakan sebagai pupuk organik agar tanaman lebih mudah berbunga dan berbuah, digunakan untuk pemutih, pewangi, dan pelembut pakaian, digunakan sebagai pembersih kerak wajan, panci, kompor, lantai sekitar kompor, pembersih kaca, mengusir nyamuk, tikus, semut, kutu, serangga kecil lainnya, serta menjadi detoks tubuh.
Lalu, gimana nih cara pembuatannya?
Dikutip dari enzymesos.com, dan https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/eco-enzyme/, berikut adalah cara pembuatan beserta tips yang dibagikan.
“Perbandingan :
Sampah Organik : Gula Merah : Air Bersih = 3 : 1 : 10
Contoh :
300g kulit buah : 100g gula : 1liter air
Caranya sangat mudah. Untuk bahan campurannya adalah :
a. Gunakan gula apapun selain gula putih
b. Gunakan sisa-sisa dapur seperti kulit apel, jeruk, nanas, pir, semangka, lemon, tapi jangan durian! jangan pakai dagingnya. Benih bisa dimasukkan asalkan jangan yang besar seperti biji mangga.
Cara pembuatan :
- Tuang semua bahan ke dalam botol, bisa juga menggunakan blender untuk mencacah limbah, kemudian campur gula dan air dalam botol.
- Simpan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu dalam rumah
- Biarkan selama 3 bulan, dan buka setiap hari di 2 minggu pertama, kemudian 2-3 hari sekali, kemudian seminggu sekali. Di minggu pertama akan ada banyak gas yang dihasilkan.
- Kadang ada lapisan putih di permukaan larutan. Jika cacing muncul tambahkan gula segenggam, aduk rata kemudian tutup
- Setelah 3 bulan, saring eco enzyme menggunakan kain kasa atau saringan.
- Residu dapat digunakan lagi untuk produksi baru dengan menambahkan sampah segar. Residu juga bisa dikeringkan, kemudian diblender dan dikubur di dalam tanah sebagai pupuk.” Sumber : enzymesos.com
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu dikarenakan wadah akan terisi gas, maka perlu dibuka beberapa saat untuk mengeluarkannya. Kedua, untuk sampah organik tidak termasuk sampah ikan, sisa daging, makanan berminyak, kertas, plastik, atau logam. Ketiga, warna ideal dari EcoEnzyme adalah coklat gelap. Jika berubah menjadi hitam, tambahkan gula dalam jumlah yang sama untuk memulai proses fermentasi lagi. Kemudian, residu enzim dapat digunakan lagi (jangan dibuang) dan jangan disimpan di kulkas. Fyi, Eco Enzyme juga tidak akan pernah kadaluarsa.
Referensi :
Komentar
Posting Komentar